Indonesia dinilai rasakan dampak positif perang dagang AS-Tiongkok
20 Dec 2018
Surabaya (ANTARA News) - Head of Research dari London Capital Group Jasper Lawler menilai bahwa perekonomian Indonesia mendapatkan dampak positif dari perang dagang Amerika Serikat (AS) - Tiongkok.

“Secara ekonomi Indonesia sebenarnya merasakan dampak positif dari perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok," ujar Jasper dalam keterangan resminya kepada AntaraNews, di Surabaya, Rabu.

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa sebagai negara yang berorientasi ekspor, Indonesia dapat memperoleh beberapa pasar impor AS dari Tiongkok dimana barang-barang saat ini lebih mahal karena tarif.

Namun dia mewanti-wanti jika perang dagang antara AS dan Tiongkok berlarut-larut, maka Indonesia akan terkena dampak negatifnya akibat perlambatan arus investasi global.

"Jika perang dagang ini meningkat secara serius, yang mana menurut kami mungkin terjadi, maka itu dapat berdampak negatif terhadap Indonesia melalui perlambatan arus investasi global," kata Jasper.

Menuju perayaan Natal dan Tahun Baru 2019, pasar dihadapkan pada rangkaian peristiwa menggemparkan baik secara global maupun secara domestik. 

Pasar secara global dihadapkan pada banyak hal yang cukup berisiko, seperti peristiwa perang dagang antara AS dan Tiongkok, isu-isu politik di Eropa dan voting Parlemen Inggris terkait proposal Brexit yang sebelumnya diagendakan pada tanggal 11 Desember kembali ditunda dan tak berkesudahan. 

Menjelang Natal dan pergantian tahun sangat sulit untuk menentukan waktu yang tepat di pasar pada saat ini, tetapi secara fundamental kami pikir pasar telah meningkat secara artifisial karena suku bunga global yang lebih rendah.

“Pasar telah ditopang oleh “easy money” dan siap untuk koreksi substansial ketika suku bunga naik, atau saat ini, kemudian setelah leg berikutnya yang lebih tinggi," tutur Jasper.

Namun, menurutnya, hal-hal tersebut menjadi menarik bagi pasar saham dan berbagai instrumen di dalamnya mengingat ini merupakan waktu yang tepat untuk menyusun strategi jangka pendek dan menengah.
Baca juga: Perang dagang kini dan nanti
Baca juga: Rupiah menguat, kekhawatiran perang dagang reda
 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2018